Statistika
Uji t: langkah uji hipotesis satu sampel dan dua sampel, plus contoh soal
Uji t memeriksa apakah rata-rata sampel cukup jauh dari sebuah nilai (atau dari rata-rata kelompok lain) sehingga bedanya tidak bisa dianggap kebetulan.
Biasanya keluar di ujian sebagai soal "ujilah dengan taraf nyata 5%": tulis hipotesis, hitung t, bandingkan dengan tabel t, lalu tulis kesimpulan dalam kalimat soal.
Konsepnya, satu per satu
Kapan memakai uji t
Uji t dipakai untuk menguji rata-rata ketika simpangan baku populasi tidak diketahui, sehingga diganti simpangan baku sampel . Ini kasus yang paling sering di soal kuliah, terutama untuk sampel kecil.
Asumsinya: data kira-kira berdistribusi normal dan sampel diambil secara acak.
Lima langkah uji hipotesis
1) Tulis dan . 2) Tentukan taraf nyata (taraf signifikansi) . 3) Hitung statistik uji . 4) Cari nilai kritis di tabel t dengan derajat bebas yang tepat. 5) Putuskan dan tulis kesimpulan dalam kalimat soal.
Rumus t satu sampel
adalah nilai yang diklaim di . Penyebutnya, , disebut galat baku (standard error).
Satu arah atau dua arah
Kata "berbeda" atau "tidak sama" berarti dua arah: , dan dibagi dua ke kedua ujung. Kata "lebih dari", "meningkat", "kurang dari", atau "menurun" berarti satu arah, dan seluruh ada di satu ujung.
Untuk dan : nilai kritis dua arah 2,131, satu arah 1,753. Salah pilih kolom bisa membalik kesimpulan.
Dua sampel: berpasangan atau independen
Berpasangan (orang yang sama diukur dua kali, misalnya sebelum dan sesudah): hitung selisih tiap pasangan, lalu lakukan uji t satu sampel pada .
Independen (dua kelompok berbeda, varians dianggap sama): pakai varians gabungan.
Derajat bebasnya .
Contoh soal dan pembahasan
Coba kerjakan dulu, baru buka pembahasannya.
Contoh 1
Pabrik mengklaim rata-rata isi botol minumannya 500 ml. Sampel 16 botol memberi rata-rata 496 ml dengan simpangan baku 8 ml. Ujilah klaim itu dengan taraf nyata 5%.
Lihat pembahasan
dan (dua arah, karena yang diuji "benar atau tidak").
.
. Nilai kritis dua arah untuk : .
, jadi t hitung tidak masuk daerah kritis. Gagal menolak .
Belum cukup bukti bahwa rata-rata isi botol berbeda dari 500 ml.
Contoh 2
Rata-rata waktu belajar mahasiswa diduga lebih dari 2 jam per hari. Sampel 25 mahasiswa memberi rata-rata 2,3 jam dengan simpangan baku 0,6 jam. Ujilah dengan taraf nyata 5%.
Lihat pembahasan
dan (satu arah kanan, karena dugaannya "lebih dari").
.
. Nilai kritis satu arah untuk : .
, jadi tolak .
Ada cukup bukti bahwa rata-rata waktu belajar mahasiswa lebih dari 2 jam per hari.
Contoh 3
Nilai 6 mahasiswa sebelum dan sesudah ikut pelatihan ada di tabel. Dengan taraf nyata 5%, apakah pelatihan meningkatkan nilai?
Lihat pembahasan
Datanya berpasangan (orang yang sama), jadi hitung selisih = sesudah − sebelum: 4, 6, 3, 5, 7, 5.
. Kuadrat simpangan dari 5: 1, 1, 4, 0, 4, 0, jumlahnya 10. Simpangan baku sampel dibagi : .
dan . .
. Nilai kritis satu arah: . , jadi tolak .
| Mahasiswa | Sebelum | Sesudah | d |
|---|---|---|---|
| 1 | 62 | 66 | 4 |
| 2 | 70 | 76 | 6 |
| 3 | 58 | 61 | 3 |
| 4 | 75 | 80 | 5 |
| 5 | 66 | 73 | 7 |
| 6 | 80 | 85 | 5 |
Geser tabel ke samping untuk melihat semua kolom.
Ada cukup bukti bahwa pelatihan meningkatkan nilai.
Contoh 4
Kelas A (10 mahasiswa) punya rata-rata nilai 75 dengan simpangan baku 6. Kelas B (12 mahasiswa) punya rata-rata 70 dengan simpangan baku 8. Dengan taraf nyata 5% dan asumsi varians sama, apakah rata-rata kedua kelas berbeda?
Lihat pembahasan
dan (dua arah).
, jadi .
.
. Nilai kritis dua arah: . , jadi gagal menolak .
Belum cukup bukti bahwa rata-rata nilai kedua kelas berbeda.
Kesalahan yang paling sering bikin kehilangan nilai
Derajat bebas salah
Satu sampel dan berpasangan: (untuk berpasangan, adalah jumlah pasangan). Dua sampel independen: . Baris yang salah di tabel t memberi nilai kritis yang salah.
Kolom satu arah dan dua arah tertukar
Untuk uji dua arah dengan , cari kolom 0,025 (atau kolom berlabel "dua arah 0,05"). Banyak mahasiswa memakai kolom 0,05 dan menolak yang seharusnya tidak ditolak.
Menulis "H0 diterima, terbukti benar"
Gagal menolak berarti buktinya belum cukup, bukan bahwa terbukti. Tulis kesimpulan dalam kalimat soal, misalnya "belum cukup bukti bahwa rata-rata berbeda dari 500 ml".
Kuis singkat: 3 soal
Tanpa daftar. Pilih jawaban, pembahasannya langsung muncul.
Soal 1Sampel dengan dan . Untuk , berapa t hitung?
Soal 2Uji t satu sampel dengan 20 data. Berapa derajat bebasnya?
Soal 3, , , dan t hitung 2,10. Apa kesimpulannya?
Yang sering ditanya
Kapan pakai uji z, kapan uji t?
Uji z dipakai kalau simpangan baku populasi diketahui. Uji t dipakai kalau simpangan baku populasi tidak diketahui dan diganti simpangan baku sampel. Banyak buku juga memakai uji z untuk sampel besar (n ≥ 30) karena hasilnya hampir sama. Ikuti aturan di buku pegangan matkulmu.
Apa artinya p-value lebih kecil dari alfa?
Artinya hasil sampel cukup jarang terjadi kalau H0 benar, jadi H0 ditolak. Ini setara dengan t hitung yang masuk daerah kritis.
Kalau t hitung negatif, bagaimana membandingkannya dengan tabel?
Untuk uji dua arah, bandingkan nilai mutlaknya dengan t tabel. Untuk uji satu arah kiri (dugaan "kurang dari"), tolak H0 kalau t hitung lebih kecil dari minus t tabel.
Ujian Statistika sebentar lagi?
Naomi cek dulu bagian Statistika mana yang belum kamu bisa lewat beberapa soal, lalu ajarin itu aja.
Diperbarui 27 Oktober 2026