Statistika

Uji t: langkah uji hipotesis satu sampel dan dua sampel, plus contoh soal

Uji t memeriksa apakah rata-rata sampel cukup jauh dari sebuah nilai (atau dari rata-rata kelompok lain) sehingga bedanya tidak bisa dianggap kebetulan.

Biasanya keluar di ujian sebagai soal "ujilah dengan taraf nyata 5%": tulis hipotesis, hitung t, bandingkan dengan tabel t, lalu tulis kesimpulan dalam kalimat soal.

Pelajaran pertama gratisTanpa kartuBisa dari HP

Konsepnya, satu per satu

  1. Kapan memakai uji t

    Uji t dipakai untuk menguji rata-rata ketika simpangan baku populasi σ\sigma tidak diketahui, sehingga diganti simpangan baku sampel ss. Ini kasus yang paling sering di soal kuliah, terutama untuk sampel kecil.

    Asumsinya: data kira-kira berdistribusi normal dan sampel diambil secara acak.

  2. Lima langkah uji hipotesis

    1) Tulis H0H_0 dan H1H_1. 2) Tentukan taraf nyata (taraf signifikansi) α\alpha. 3) Hitung statistik uji tt. 4) Cari nilai kritis di tabel t dengan derajat bebas yang tepat. 5) Putuskan dan tulis kesimpulan dalam kalimat soal.

  3. Rumus t satu sampel

    t=xˉ−μ0s/n,db=n−1t = \frac{\bar{x} - \mu_0}{s/\sqrt{n}}, \qquad db = n - 1

    μ0\mu_0 adalah nilai yang diklaim di H0H_0. Penyebutnya, s/ns/\sqrt{n}, disebut galat baku (standard error).

  4. Satu arah atau dua arah

    Kata "berbeda" atau "tidak sama" berarti dua arah: H1:μ≠μ0H_1: \mu \ne \mu_0, dan α\alpha dibagi dua ke kedua ujung. Kata "lebih dari", "meningkat", "kurang dari", atau "menurun" berarti satu arah, dan seluruh α\alpha ada di satu ujung.

    Untuk α=5%\alpha = 5\% dan db=15db = 15: nilai kritis dua arah 2,131, satu arah 1,753. Salah pilih kolom bisa membalik kesimpulan.

  5. Dua sampel: berpasangan atau independen

    Berpasangan (orang yang sama diukur dua kali, misalnya sebelum dan sesudah): hitung selisih dd tiap pasangan, lalu lakukan uji t satu sampel pada dd.

    Independen (dua kelompok berbeda, varians dianggap sama): pakai varians gabungan.

    sp2=(n1−1)s12+(n2−1)s22n1+n2−2,t=xˉ1−xˉ2sp1n1+1n2s_p^2 = \frac{(n_1 - 1)s_1^2 + (n_2 - 1)s_2^2}{n_1 + n_2 - 2}, \qquad t = \frac{\bar{x}_1 - \bar{x}_2}{s_p\sqrt{\frac{1}{n_1} + \frac{1}{n_2}}}

    Derajat bebasnya n1+n2−2n_1 + n_2 - 2.

Contoh soal dan pembahasan

Coba kerjakan dulu, baru buka pembahasannya.

Contoh 1

Pabrik mengklaim rata-rata isi botol minumannya 500 ml. Sampel 16 botol memberi rata-rata 496 ml dengan simpangan baku 8 ml. Ujilah klaim itu dengan taraf nyata 5%.

Lihat pembahasan
  1. H0:μ=500H_0: \mu = 500 dan H1:μ≠500H_1: \mu \ne 500 (dua arah, karena yang diuji "benar atau tidak").

  2. t=496−5008/16=−42=−2t = \frac{496 - 500}{8/\sqrt{16}} = \frac{-4}{2} = -2.

  3. db=16−1=15db = 16 - 1 = 15. Nilai kritis dua arah untuk α=5%\alpha = 5\%: t0,025;15=2,131t_{0{,}025;15} = 2{,}131.

  4. ∣−2∣=2<2,131|-2| = 2 < 2{,}131, jadi t hitung tidak masuk daerah kritis. Gagal menolak H0H_0.

Jawaban

Belum cukup bukti bahwa rata-rata isi botol berbeda dari 500 ml.

Contoh 2

Rata-rata waktu belajar mahasiswa diduga lebih dari 2 jam per hari. Sampel 25 mahasiswa memberi rata-rata 2,3 jam dengan simpangan baku 0,6 jam. Ujilah dengan taraf nyata 5%.

Lihat pembahasan
  1. H0:μ=2H_0: \mu = 2 dan H1:μ>2H_1: \mu > 2 (satu arah kanan, karena dugaannya "lebih dari").

  2. t=2,3−20,6/25=0,30,12=2,5t = \frac{2{,}3 - 2}{0{,}6/\sqrt{25}} = \frac{0{,}3}{0{,}12} = 2{,}5.

  3. db=24db = 24. Nilai kritis satu arah untuk α=5%\alpha = 5\%: t0,05;24=1,711t_{0{,}05;24} = 1{,}711.

  4. 2,5>1,7112{,}5 > 1{,}711, jadi tolak H0H_0.

Jawaban

Ada cukup bukti bahwa rata-rata waktu belajar mahasiswa lebih dari 2 jam per hari.

Contoh 3

Nilai 6 mahasiswa sebelum dan sesudah ikut pelatihan ada di tabel. Dengan taraf nyata 5%, apakah pelatihan meningkatkan nilai?

Lihat pembahasan
  1. Datanya berpasangan (orang yang sama), jadi hitung selisih dd = sesudah − sebelum: 4, 6, 3, 5, 7, 5.

  2. dˉ=306=5\bar{d} = \frac{30}{6} = 5. Kuadrat simpangan dari 5: 1, 1, 4, 0, 4, 0, jumlahnya 10. Simpangan baku sampel dibagi n−1=5n - 1 = 5: sd=10/5=2≈1,414s_d = \sqrt{10/5} = \sqrt{2} \approx 1{,}414.

  3. H0:μd=0H_0: \mu_d = 0 dan H1:μd>0H_1: \mu_d > 0. t=51,414/6≈50,577≈8,66t = \frac{5}{1{,}414/\sqrt{6}} \approx \frac{5}{0{,}577} \approx 8{,}66.

  4. db=5db = 5. Nilai kritis satu arah: t0,05;5=2,015t_{0{,}05;5} = 2{,}015. 8,66>2,0158{,}66 > 2{,}015, jadi tolak H0H_0.

MahasiswaSebelumSesudahd
162664
270766
358613
475805
566737
680855

Geser tabel ke samping untuk melihat semua kolom.

Jawaban

Ada cukup bukti bahwa pelatihan meningkatkan nilai.

Contoh 4

Kelas A (10 mahasiswa) punya rata-rata nilai 75 dengan simpangan baku 6. Kelas B (12 mahasiswa) punya rata-rata 70 dengan simpangan baku 8. Dengan taraf nyata 5% dan asumsi varians sama, apakah rata-rata kedua kelas berbeda?

Lihat pembahasan
  1. H0:μA=μBH_0: \mu_A = \mu_B dan H1:μA≠μBH_1: \mu_A \ne \mu_B (dua arah).

  2. sp2=9⋅36+11⋅6420=324+70420=51,4s_p^2 = \frac{9 \cdot 36 + 11 \cdot 64}{20} = \frac{324 + 704}{20} = 51{,}4, jadi sp≈7,169s_p \approx 7{,}169.

  3. t=75−707,169110+112≈53,070≈1,63t = \frac{75 - 70}{7{,}169\sqrt{\frac{1}{10} + \frac{1}{12}}} \approx \frac{5}{3{,}070} \approx 1{,}63.

  4. db=10+12−2=20db = 10 + 12 - 2 = 20. Nilai kritis dua arah: t0,025;20=2,086t_{0{,}025;20} = 2{,}086. 1,63<2,0861{,}63 < 2{,}086, jadi gagal menolak H0H_0.

Jawaban

Belum cukup bukti bahwa rata-rata nilai kedua kelas berbeda.

Kesalahan yang paling sering bikin kehilangan nilai

Derajat bebas salah

Satu sampel dan berpasangan: n−1n - 1 (untuk berpasangan, nn adalah jumlah pasangan). Dua sampel independen: n1+n2−2n_1 + n_2 - 2. Baris yang salah di tabel t memberi nilai kritis yang salah.

Kolom satu arah dan dua arah tertukar

Untuk uji dua arah dengan α=5%\alpha = 5\%, cari kolom 0,025 (atau kolom berlabel "dua arah 0,05"). Banyak mahasiswa memakai kolom 0,05 dan menolak H0H_0 yang seharusnya tidak ditolak.

Menulis "H0 diterima, terbukti benar"

Gagal menolak H0H_0 berarti buktinya belum cukup, bukan bahwa H0H_0 terbukti. Tulis kesimpulan dalam kalimat soal, misalnya "belum cukup bukti bahwa rata-rata berbeda dari 500 ml".

Kuis singkat: 3 soal

Tanpa daftar. Pilih jawaban, pembahasannya langsung muncul.

Soal 1Sampel n=9n = 9 dengan xˉ=52\bar{x} = 52 dan s=6s = 6. Untuk H0:μ=50H_0: \mu = 50, berapa t hitung?

Soal 2Uji t satu sampel dengan 20 data. Berapa derajat bebasnya?

Soal 3H1:μ≠100H_1: \mu \ne 100, α=5%\alpha = 5\%, db=10db = 10, dan t hitung 2,10. Apa kesimpulannya?

Yang sering ditanya

Kapan pakai uji z, kapan uji t?

Uji z dipakai kalau simpangan baku populasi diketahui. Uji t dipakai kalau simpangan baku populasi tidak diketahui dan diganti simpangan baku sampel. Banyak buku juga memakai uji z untuk sampel besar (n ≥ 30) karena hasilnya hampir sama. Ikuti aturan di buku pegangan matkulmu.

Apa artinya p-value lebih kecil dari alfa?

Artinya hasil sampel cukup jarang terjadi kalau H0 benar, jadi H0 ditolak. Ini setara dengan t hitung yang masuk daerah kritis.

Kalau t hitung negatif, bagaimana membandingkannya dengan tabel?

Untuk uji dua arah, bandingkan nilai mutlaknya dengan t tabel. Untuk uji satu arah kiri (dugaan "kurang dari"), tolak H0 kalau t hitung lebih kecil dari minus t tabel.

Ujian Statistika sebentar lagi?

Naomi cek dulu bagian Statistika mana yang belum kamu bisa lewat beberapa soal, lalu ajarin itu aja.

Diperbarui 27 Oktober 2026