Masukkan nilai tugas, kuis, dan UTS beserta bobotnya. Kamu langsung tahu butuh berapa di UAS buat dapat nilai huruf yang kamu incar.
Cara menghitung nilai UAS minimal
Nilai akhir adalah jumlah semua nilai yang dikali bobotnya. Jadi nilai UAS minimal adalah kekurangan poinmu menuju target, dibagi bobot UAS.
UAS minimal = (target − poin sementara) ÷ bobot UAS
Poin sementara adalah jumlah nilai × bobot dari komponen yang sudah keluar. Bobot ditulis sebagai desimal: 30% = 0,3.
Contoh
Kontrak kuliahmu: tugas 20%, kuis 10%, UTS 30%, UAS 40%. Nilaimu tugas 85, kuis 70, dan UTS 72. Kamu mengincar A, dan di kampusmu A mulai dari 80.
- Poin sementara: 0,2 × 85 + 0,1 × 70 + 0,3 × 72 = 17 + 7 + 21,6 = 45,6.
- Kekurangan menuju A: 80 − 45,6 = 34,4.
- UAS minimal: 34,4 ÷ 0,4 = 86.
Jadi kamu butuh minimal 86 di UAS buat dapat A. Kalau targetnya B (mulai dari 70): (70 − 45,6) ÷ 0,4 = 61.
Kalau hasilnya di atas 100
Target itu sudah tidak bisa dikejar lewat UAS. Misalnya poin sementaramu 28,5 dari 60 yang mungkin dan bobot UAS 40%. Untuk A butuh (80 − 28,5) ÷ 0,4 = 128,75, lebih dari 100. Nilai akhir paling tinggi yang masih mungkin adalah 28,5 + 40 = 68,5. Kalkulator di atas akan menunjukkan huruf tertinggi yang masih bisa dikejar, lengkap dengan nilai UAS yang dibutuhkan.
Kalau total bobot bukan 100%
Nilai akhir dihitung sebagai jumlah (nilai × bobot) ÷ total bobot. Hasilnya sama saja kalau bobot ditulis sebagai perbandingan, misalnya 1 : 2 : 3. Tapi kalau totalnya 90% atau 110%, cek lagi kontrak kuliahmu: biasanya ada komponen yang terlewat.
Lebih dari satu nilai yang belum keluar
Kosongkan semua nilai yang belum ada, misalnya tugas besar dan UAS. Kalkulator menghitung rata-rata nilai minimal yang kamu butuh di komponen-komponen itu.
Skala nilai huruf
Batas tiap huruf ditentukan masing-masing kampus, kadang juga oleh dosen. Kalkulator ini menyediakan tiga skala umum sebagai titik awal, bukan skala resmi kampus tertentu. Cek pedoman akademik atau KHS-mu, lalu ubah angkanya kalau beda.
A, B, C, D, E
- A ≥ 80 · 4
- B ≥ 70 · 3
- C ≥ 60 · 2
- D ≥ 50 · 1
- E < 50 · 0
A, AB, B, BC, C, D, E
- A ≥ 80 · 4
- AB ≥ 75 · 3,5
- B ≥ 70 · 3
- BC ≥ 65 · 2,5
- C ≥ 60 · 2
- D ≥ 50 · 1
- E < 50 · 0
A, A-, B+, B, B-, C+, C, D, E
- A ≥ 85 · 4
- A- ≥ 80 · 3,7
- B+ ≥ 75 · 3,3
- B ≥ 70 · 3
- B- ≥ 65 · 2,7
- C+ ≥ 60 · 2,3
- C ≥ 55 · 2
- D ≥ 40 · 1
- E < 40 · 0
Angka setelah titik tengah adalah bobot huruf untuk IPK. Contoh: AB ≥ 75 · 3,5 artinya nilai akhir 75 ke atas dapat AB, dan AB bernilai 3,5.