Apa bedanya regresi dan korelasi?
Korelasi (r) mengukur seberapa kuat dan ke arah mana dua variabel bergerak bersama. Regresi memberi persamaan garis ŷ = a + bx untuk memperkirakan y dari x. Keduanya dihitung dari jumlah-jumlah yang sama.
Masukkan pasangan data x dan y. Keluar persamaan regresi, korelasi r, r², uji signifikansi, dan prediksi, lengkap dengan tabel jumlah dan langkahnya.
1. Pasangan data
x adalah variabel bebas, y variabel terikat. Data ke-1 x dipasangkan dengan data ke-1 y, dan seterusnya.
Pisahkan dengan spasi, enter, atau titik koma. Koma dibaca sebagai desimal.
2. Opsional
Taraf signifikansi uji r (α)
Isi data x dan y, persamaan regresi dan langkahnya langsung muncul di sini.
Jam belajar (x) dan nilai ujian (y) 8 mahasiswa:
| x | y | xy | x² | y² |
|---|---|---|---|---|
| 2 | 55 | 110 | 4 | 3025 |
| 3 | 62 | 186 | 9 | 3844 |
| 5 | 60 | 300 | 25 | 3600 |
| 7 | 72 | 504 | 49 | 5184 |
| 9 | 70 | 630 | 81 | 4900 |
| 11 | 85 | 935 | 121 | 7225 |
| 12 | 80 | 960 | 144 | 6400 |
| 15 | 92 | 1380 | 225 | 8464 |
| 64 | 576 | 5005 | 658 | 42642 |
| |r| | Kekuatan hubungan |
|---|---|
| 0,00 – 0,199 | Sangat lemah |
| 0,20 – 0,399 | Lemah |
| 0,40 – 0,599 | Sedang |
| 0,60 – 0,799 | Kuat |
| 0,80 – 1,000 | Sangat kuat |
Ini salah satu pedoman yang sering dipakai di skripsi; dosenmu bisa memakai batas lain. Ingat juga, korelasi yang kuat belum tentu berarti x menyebabkan y.
Korelasi (r) mengukur seberapa kuat dan ke arah mana dua variabel bergerak bersama. Regresi memberi persamaan garis ŷ = a + bx untuk memperkirakan y dari x. Keduanya dihitung dari jumlah-jumlah yang sama.
r berada di antara −1 dan 1. Tanda positif berarti y naik saat x naik, negatif berarti sebaliknya. Pedoman yang sering dipakai: di bawah 0,20 sangat lemah, 0,20–0,399 lemah, 0,40–0,599 sedang, 0,60–0,799 kuat, 0,80 ke atas sangat kuat. Dosenmu bisa memakai batas lain.
r² adalah bagian variasi y yang bisa dijelaskan oleh x. r² = 0,92 berarti sekitar 92% naik-turunnya y sejalan dengan x; sisanya dipengaruhi hal lain.
Uji H₀: ρ = 0 dengan t = r√(n − 2) ÷ √(1 − r²) dan df = n − 2. Kalau |t hitung| lebih besar dari t tabel (atau p-value lebih kecil dari α), korelasinya signifikan.
Boleh dihitung, tapi hasilnya kurang bisa dipercaya karena hubungan x dan y di luar data yang ada belum tentu tetap lurus. Kalkulator memberi peringatan kalau x prediksi di luar rentang.
Belum tentu. Korelasi hanya menunjukkan dua variabel bergerak bersama. Sebab-akibat butuh desain penelitian yang mendukung, misalnya eksperimen.
=SLOPE(y; x) untuk b, =INTERCEPT(y; x) untuk a, =CORREL(x; y) untuk r, dan =RSQ(y; x) untuk r². Di Excel berbahasa Inggris, pemisahnya koma.
Ubah nilai x jadi z-score (skor baku), lalu cari luas di bawah kurva normal, lengkap dengan langkahnya.
Buka alatTempel datamu, langsung keluar rata-rata, median, modus, varians, dan simpangan baku beserta langkahnya.
Buka alatMasukkan data atau rata-rata, simpangan baku, dan n. Keluar t hitung, t tabel, p-value, dan kesimpulannya.
Buka alatBandingkan rata-rata dua kelompok, atau data sebelum dan sesudah. Keluar t hitung, t tabel, p-value, dan kesimpulannya.
Buka alat