Kalkulus
Integral parsial: rumus, cara memilih u, metode tabel, dan contoh soal
Integral parsial mengubah integral hasil kali menjadi , supaya integral yang sulit diganti dengan integral yang lebih mudah.
Biasanya keluar di ujian sebagai integral hasil kali dua jenis fungsi, misalnya dengan , dengan , atau dengan , kadang sebagai integral tentu atau soal yang butuh parsial dua kali.
Konsepnya, satu per satu
Rumusnya berasal dari aturan hasil kali
Aturan turunan hasil kali: . Integralkan kedua ruas dan susun ulang, hasilnya:
Untuk integral tentu, bagian juga dihitung di kedua batas: .
Memilih u dengan urutan LIATE
Pilih yang makin sederhana kalau diturunkan, dan yang mudah diintegralkan. Urutan bantu LIATE: Logaritma, Invers trigonometri, Aljabar (polinomial), Trigonometri, Eksponen. Fungsi yang lebih dulu muncul di urutan ini dipilih sebagai .
Di , (aljabar) lebih dulu dari (trigonometri), jadi . Di , (logaritma) lebih dulu, jadi . Bahkan bisa diparsialkan dengan dan .
Lima langkah
1) Pilih dan . 2) Hitung (turunkan ) dan (integralkan , tanpa ). 3) Masukkan ke . 4) Selesaikan . 5) Tambahkan di akhir.
Kalau malah lebih sulit dari soal awal, pilihan -nya kemungkinan terbalik.
Metode tabel (tabular) untuk polinomial
Kalau berupa polinomial dan berupa , , atau , parsial harus diulang beberapa kali. Metode tabel meringkasnya: kolom kiri menurunkan sampai 0, kolom kanan mengintegralkan berulang. Lalu kalikan tiap isi kolom kiri dengan isi kolom kanan satu baris di bawahnya, dengan tanda dari baris pertama.
Contoh : hasil kali menyilangnya .
Tanda Turunkan u Integralkan dv + − + − 6 0 Parsial berulang yang kembali ke soal awal
Untuk dikali atau , tidak ada yang turunannya menjadi 0. Setelah dua kali parsial, integral awal muncul lagi di ruas kanan. Pindahkan ke ruas kiri, lalu bagi dua (lihat contoh 5).
Contoh soal dan pembahasan
Coba kerjakan dulu, baru buka pembahasannya.
Contoh 1
Hitung .
Lihat pembahasan
LIATE: (aljabar) lebih dulu dari (trigonometri), jadi dan .
dan .
.
.
Contoh 2
Hitung .
Lihat pembahasan
LIATE: (logaritma) lebih dulu, jadi dan .
dan .
.
, jadi hasilnya .
.
Contoh 3
Hitung dengan metode tabel.
Lihat pembahasan
diturunkan sampai 0: . diintegralkan berulang: .
Kalikan menyilang dengan tanda (lihat tabel): .
Keluarkan : .
| Tanda | Turunkan u | Integralkan dv |
|---|---|---|
| + | ||
| − | ||
| + | 2 | |
| 0 |
.
Contoh 4
Hitung .
Lihat pembahasan
dan , jadi dan .
.
.
.
.
Contoh 5
Hitung .
Lihat pembahasan
Sebut integralnya . Parsial pertama dengan dan , jadi dan : .
Parsial kedua untuk dengan dan , jadi dan : .
Gabungkan: , jadi .
.
.
Kesalahan yang paling sering bikin kehilangan nilai
u dan dv tertukar
Di , memilih dan memberi , yang malah lebih sulit. Pakai urutan LIATE, dan kalau integral sisanya makin rumit, tukar pilihanmu.
Tanda minus hilang
Ada dua tempat rawan: tanda minus di rumus , dan integral yang hasilnya . Di metode tabel, tandanya harus berganti di setiap baris.
Batas hanya dipasang di sebagian
Di integral tentu, juga dihitung di kedua batas. Di contoh 4, melupakan bagian ini membuat hasilnya 0, padahal .
Kuis singkat: 3 soal
Tanpa daftar. Pilih jawaban, pembahasannya langsung muncul.
Soal 1Untuk , pilihan dan yang paling tepat adalah …
Soal 2
Soal 3Berapa ?
Yang sering ditanya
Bagaimana tahu sebuah integral harus diparsialkan?
Coba substitusi dulu: kalau ada fungsi beserta turunannya, substitusi biasanya cukup. Integral parsial dipakai kalau integrannya hasil kali dua jenis fungsi yang bukan turunan satu sama lain, misalnya polinomial dikali eksponen, trigonometri, atau logaritma.
Apakah urutan LIATE selalu benar?
LIATE adalah aturan bantu, bukan rumus wajib, dan hampir selalu berhasil untuk soal kuliah. Pengecualian ada, misalnya x pangkat 3 dikali e pangkat x kuadrat: di sana dv dipilih x dikali e pangkat x kuadrat supaya v mudah dicari. Patokannya tetap sama: integral sisanya harus lebih mudah.
Kapan metode tabel boleh dipakai?
Paling enak kalau satu faktor adalah polinomial (turunannya akhirnya 0) dan faktor lain mudah diintegralkan berulang, seperti e pangkat ax, sin ax, atau cos ax. Hasilnya sama dengan parsial biasa, hanya lebih ringkas. Kalau dosen meminta langkah lengkap, tulis juga parsial satu per satu.
Kenapa v tidak perlu ditambah C?
Konstanta yang ditambahkan ke v akan saling menghapus di uv dikurangi integral v du, jadi hasil akhirnya sama. Cukup tulis satu + C di jawaban akhir.
Ujian Kalkulus sebentar lagi?
Naomi cek dulu bagian Kalkulus mana yang belum kamu bisa lewat beberapa soal, lalu ajarin itu aja.
Diperbarui 27 Oktober 2026