Jaringan Komputer
VLSM: cara membagi IP dengan ukuran subnet berbeda, plus contoh soal
VLSM (Variable Length Subnet Mask) memberi tiap subnet prefiks yang berbeda sesuai kebutuhan host, supaya alamat IP tidak banyak terbuang.
Biasanya keluar di ujian sebagai soal desain: satu blok alamat (misalnya /24) dibagi ke beberapa LAN dengan kebutuhan host berbeda plus link antar-router, lalu diminta tabel network, prefiks, rentang host, dan broadcast.
Konsepnya, satu per satu
Kenapa VLSM
Dengan subnetting biasa (FLSM), semua subnet sama besar. LAN yang butuh 20 host dapat jatah sebesar LAN yang butuh 100 host, dan sisanya terbuang. VLSM memberi tiap subnet ukuran yang pas.
Urutkan dari kebutuhan terbesar
Alokasikan subnet terbesar dulu, lalu yang lebih kecil. Dengan urutan ini, setiap subnet otomatis mulai di alamat yang sah, dan tidak ada celah yang terbuang di tengah.
Pilih subnet terkecil yang masih cukup
Untuk kebutuhan host, cari terkecil dengan . Prefiksnya .
Hati-hati di angka batas: 30 host muat di /27 (), tapi 31 host sudah butuh /26.
Alokasikan berurutan
Subnet berikutnya mulai tepat setelah broadcast subnet sebelumnya. Cek bahwa alamat awalnya kelipatan ukuran bloknya sendiri. Kalau urutan dari terbesar diikuti, syarat ini selalu terpenuhi.
Link antar-router pakai /30
Link point-to-point hanya butuh 2 alamat host, satu untuk tiap ujung. /30 memberi tepat host, jadi tidak ada yang terbuang.
Contoh soal dan pembahasan
Coba kerjakan dulu, baru buka pembahasannya.
Contoh 1
Blok 192.168.10.0/24 dibagi untuk LAN A (100 host), LAN B (50 host), LAN C (20 host), dan 2 link WAN antar-router. Susun tabel alokasi VLSM-nya.
Lihat pembahasan
Urutkan: A (100), B (50), C (20), WAN 1 (2), WAN 2 (2).
A: , jadi /25 (blok 128). B: , jadi /26 (blok 64). C: , jadi /27 (blok 32). WAN: /30 (blok 4).
Alokasikan berurutan mulai dari 192.168.10.0. Tiap subnet mulai tepat setelah broadcast subnet sebelumnya.
Terpakai 128 + 64 + 32 + 4 + 4 = 232 alamat. Sisa 192.168.10.232 sampai .255 bisa dipakai nanti.
| Subnet | Network | Rentang host | Broadcast |
|---|---|---|---|
| LAN A (100) | 192.168.10.0/25 | .1 – .126 | .127 |
| LAN B (50) | 192.168.10.128/26 | .129 – .190 | .191 |
| LAN C (20) | 192.168.10.192/27 | .193 – .222 | .223 |
| WAN 1 | 192.168.10.224/30 | .225 – .226 | .227 |
| WAN 2 | 192.168.10.228/30 | .229 – .230 | .231 |
Geser tabel ke samping untuk melihat semua kolom.
Lihat tabel. Masih tersisa 24 alamat (.232 sampai .255).
Contoh 2
Seorang mahasiswa mengalokasikan LAN 30 host lebih dulu ke 192.168.10.0/27, lalu menaruh LAN 100 host tepat setelahnya sebagai 192.168.10.32/25. Apa yang salah?
Lihat pembahasan
Ukuran blok /25 adalah 128, jadi network /25 yang sah di oktet terakhir hanya .0 atau .128.
192.168.10.32 bukan kelipatan 128. Alamat itu sebenarnya host di dalam 192.168.10.0/25, yang juga menimpa subnet /27 tadi.
Perbaikannya: urutkan dari yang terbesar. LAN 100 host di 192.168.10.0/25, lalu LAN 30 host di 192.168.10.128/27.
192.168.10.32/25 bukan alamat network yang sah. Penyebabnya urutan alokasi yang tidak dimulai dari subnet terbesar.
Contoh 3
Blok 10.10.0.0/23 dibagi untuk LAN X (180 host), LAN Y (90 host), LAN Z (40 host), dan 2 link WAN. Susun tabel alokasinya.
Lihat pembahasan
/23 berisi 512 alamat: 10.10.0.0 sampai 10.10.1.255.
X: , jadi /24 (256 alamat). Y: , jadi /25. Z: , jadi /26. WAN: /30.
X memakai semua alamat dari 10.10.0.0 sampai 10.10.0.255, jadi Y mulai di 10.10.1.0. Perhatikan oktet ketiga yang berpindah.
| Subnet | Network | Rentang host | Broadcast |
|---|---|---|---|
| LAN X (180) | 10.10.0.0/24 | 10.10.0.1 – 10.10.0.254 | 10.10.0.255 |
| LAN Y (90) | 10.10.1.0/25 | 10.10.1.1 – 10.10.1.126 | 10.10.1.127 |
| LAN Z (40) | 10.10.1.128/26 | 10.10.1.129 – 10.10.1.190 | 10.10.1.191 |
| WAN 1 | 10.10.1.192/30 | 10.10.1.193 – 10.10.1.194 | 10.10.1.195 |
| WAN 2 | 10.10.1.196/30 | 10.10.1.197 – 10.10.1.198 | 10.10.1.199 |
Geser tabel ke samping untuk melihat semua kolom.
Lihat tabel. Sisa 10.10.1.200 sampai 10.10.1.255.
Contoh 4
Tentukan prefiks yang paling hemat untuk kebutuhan 2, 14, 15, 30, 31, dan 62 host.
Lihat pembahasan
Gunakan , lalu prefiks .
Perhatikan pasangan 14 dan 15, serta 30 dan 31: beda satu host bisa menggandakan ukuran subnet.
| Kebutuhan host | h | Host tersedia | Prefiks |
|---|---|---|---|
| 2 | 2 | 2 | /30 |
| 14 | 4 | 14 | /28 |
| 15 | 5 | 30 | /27 |
| 30 | 5 | 30 | /27 |
| 31 | 6 | 62 | /26 |
| 62 | 6 | 62 | /26 |
Geser tabel ke samping untuk melihat semua kolom.
/30, /28, /27, /27, /26, /26.
Kesalahan yang paling sering bikin kehilangan nilai
Tidak diurutkan dari yang terbesar
Mengikuti urutan di soal (misalnya LAN C dulu karena disebut pertama) membuat subnet besar mulai di alamat yang tidak sah atau meninggalkan celah. Urutkan dulu, baru alokasikan.
Alamat network bukan kelipatan blok
Setiap network address harus kelipatan ukuran bloknya sendiri. 192.168.10.32/25 atau 192.168.10.40/27 tidak sah. Cek ini di setiap baris tabel.
Salah di angka batas
15 host tidak muat di /28, karena /28 hanya memberi host. Hitung , jangan .
Kuis singkat: 3 soal
Tanpa daftar. Pilih jawaban, pembahasannya langsung muncul.
Soal 1Sebuah LAN butuh 60 host. Prefiks yang paling hemat adalah …
Soal 2Setelah 192.168.20.0/25 terpakai, subnet /26 berikutnya dimulai di …
Soal 3Mana alamat network /27 yang sah?
Yang sering ditanya
Apa beda VLSM dan FLSM?
FLSM memakai prefiks yang sama untuk semua subnet, jadi subnet kecil ikut dapat jatah besar. VLSM memberi prefiks berbeda sesuai kebutuhan, jadi alamat lebih hemat.
Kalau dua LAN kebutuhannya sama, mana yang dialokasikan duluan?
Bebas, asal konsisten. Biasanya ikuti urutan di soal. Yang penting, subnet yang lebih besar selalu dialokasikan sebelum yang lebih kecil.
Kenapa link antar-router pakai /30?
Link point-to-point hanya butuh dua alamat host, satu untuk tiap router, dan /30 memberi tepat dua host. Sebagian jaringan modern memakai /31, tapi soal ujian umumnya memakai /30.
Ujian Jaringan Komputer sebentar lagi?
Naomi cek dulu bagian Jaringan Komputer mana yang belum kamu bisa lewat beberapa soal, lalu ajarin itu aja.
Diperbarui 27 Oktober 2026